Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Monday, 21 March 2011

Perselisihan Keputusan FIFA & PSSI

Oleh Djoko Susilo, Dubes RI untuk Swiss

Ketika saya masih menjadi reporter Jawa Pos, sekitar 25 tahun lalu, ada satu kata yang atas perintah Bos Dahlan Iskan harus dihilangkan dari perbendaharaan kami, yaitu "tidak bisa". Saya ingat, waktu itu fasilitas di Jawa Pos masih sangat minim. Pun, di Surabaya saja, pamor Jawa Pos masih kalah oleh kompetitor,apalagi di luar Jatim. Kalau saya kembali ke kampus UGM, masih banyak yang terheran-heran karena saya bekerja di koran yang bernama Jawa Pos.

Sering ada pertanyaan yang menjengkelkan. Misalnya, koran tempatmu bekerja itu berbahasa Jawa tah? Kalau ada pertanyaan itu, saya jawab sekenanya Jawa Pos itu berbahasa Inggris, kok. Sebagai wartawan generasi awal, saya beruntung karena masih dididik dan diawasi langsung oleh Pak Dahlan. Setiap sekian pekan, kami diajak berdiskusi dalam forum yang disebut Bengkel. Forum itu sebenarnya digunakan untuk transfer teknik reporting dari bos sendiri. Tetapi, apa pun proses yang kami ikuti saat itu, kata "tidak bisa" atas tugas yang sesulit apa pun tidak boleh hilang dari ingatan kami.

Kata itu pula yang menghantui saya ketika mendapatkan tugas yang berurusan dengan FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Terus terang, meski saya bertahun-tahun ditugaskan di luar negeri dan lama menjadi reporter, penugasan saya sebagai wartawan Jawa Pos hampir tidak pernah berurusan dengan olahraga, apalagi FIFA. Karena itu, ketika sahabat saya, Dr Andi Mallarangeng yang sekarang menjadi Menpora, menelepon dengan misi agar saya mengklarifikasi ke FIFA mengenai kisruh PSSI, saya tercenung: Apa bisa? Untung, sikap bawah sadar saya sejak menjadi reporter Jawa Pos segera menggerakkan hati saya: Tidak ada kata "tidak bisa". Saya bertekad harus mengerti dan memahami FIFA dan PSSI dengan baik.

Makin saya bongkarbongkar, masalahnya makin menantang. Juga menjawab sebagian pertanyaan dalam hati saya selama ini: Kenapa pengurus PSSI jika ke Zurich (kantor pusat FIFA) tidak sekali pun mengontak KBRI? Padahal, personel cabang olahraga lain, entah Percasi, PBSI, dan lain-lain, bila punya kegiatan di mana pun di Swiss memberi tahu. Saya makin tertantang untuk menguak misteri PSSI dan FIFA itu.

Apalagi setelah cek dan ricek terhadap sejumlah teman di media menyatakan bahwa ada pejabat PSSI yang sering bohong belaka. Maka, saya bertekad melaksanakan misi dengan baik dan profesional. Apalagi, dari e-mail, pesan Facebook, ataupun SMS yang saya terima dari teman-teman di tanah air banyak yang memberikan dukungan. Saya yakin, pasti ada manfaat bagi masyarakat jika persekongkolan yang mengakibatkan prestasi sepak bola Indonesia makin terpuruk ini dibongkar. Sebagai Dubes, saya tidak mengalami kesulitan untuk minta waktu berkunjung ke FIFA.

Apalagi, sesungguhnya gelar saya secara resmi sangat hebat: Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia. Artinya, saya membawa kuasa penuh atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia. Yang pertama saya lakukan setelah mendapatkan kontak dengan FIFA ialah memetakan masalah. Setelah saya urai, yang menjadi masalah adalah statuta PSSI. Orang di PSSI ngotot bahwa sudah tidak ada masalah pada statuta karena sudah disahkan oleh FIFA. Namun, pihak penentang menganggap pengesahan itu penuh rekayasa. Setelah saya mempelajari secara saksama, ada kecenderungan pengurus PSSI berlindung ke FIFA jika menguntungkan dan mengabaikan FIFA bila tidak sesuai dengan maunya.

Pangkal kisruh pertama memang pasal 35 ayat 4, yang dalam bahasa Inggris berbunyi, "The members of the executive committees…must not found guilty of criminal offence…." Terjemahan wajarnya, "Anggota komite eksekutif…tidak pernah terbukti melakukan tindakan pidana." Tetapi, ayat yang mudah dimengerti itu dipelintir dengan adanya tambahan "…tidak sedang ditemukan melakukan kejahatan ketika kongres." Ya tentu saja jauh panggang dari api. Jadi, menurut statuta PSSI, asal selama kongres –yang normalnya berjalan tiga hari– seorang calon tidak sedang diperiksa polisi atau jaksa karena suatu kejahatan, dia bisa menjadi calon sekalipun pernah dipenjara dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan. Ketika menemui para petinggi FIFA, saya agak jengkel.

Sebab, mereka sejak 2007 membiarkan terjemahan yang ngawur itu. "You don't understand Indonesian language. Why do you in FIFA accept the wrong translation like that?" protes saya kepada seorang pejabat FIFA. Dengan enteng dia menjawab, "Sorry, Indonesian language is not the official language here." Belakangan, yang saya tahu, direktur FIFA itu sudah digarap oleh orang-orang PSSI. Hal tersebut membuat saya makin sebal. Sebab, jutaan orang Indonesia yang memahami bahasa Inggris dengan baik menjadi tampak bodoh saat membaca terjemahan statuta FIFA versi PSSI itu.

Tetapi, memang orang PSSI bisa berjaya dengan pelintiran tersebut selama empat tahun karena ada orang-orang FIFA yang bisa digarap. Atas semua manipulasi tu, tekad saya untuk mengungkap borok-borok yang selama ini ada di PSSI semakin kuat. Keyakinan saya terbukti juga ketika FIFA menggelar konferensi pers mengenai berbagai masalah, termasuk PSSI, 3 Maret lalu. Saya sengaja mengirim dua warga saya untuk melihat langsung dan memonitor apa yang terjadi di FIFA. Masalahnya, menurut laporan teman-teman wartawan, PSSI mengirim pengurusnya.

Bahkan, pengurus tersebut mengaku duduk persis di depan Presiden FIFA Sepp Blatter. Segera saya kontak dua warga saya tersebut untuk memastikan kebenaran itu. Salah seorang warga saya langsung melapor, "Di ruang ini, orang Asia hanya tiga. Selain kami berdua, ada satu orang Jepang." Dia pun memotret suasana konferensi pers dan memastikan tidak ada wajah Indonesia, selain keduanya. Besoknya, Jumat siang, masuk laporan kepada saya dari kawan wartawan di Jakarta bahwa pengurus yang mengaku Kamis sore duduk di depan Sepp Blatter itu sudah berada di sekitar Senayan.

Itu jelas tidak masuk akal. Sebab, pesawat yang terbang malam dari Zurich adalah Emirates. Pun, pesawat tersebut tiba di Jakarta pukul enam sore. Bagaimana mungkin pengurus PSSI yang sering diwawancarai wartawan itu Jumat siang sudah ada di Jakarta? Apa dia punya ilmu ngrogoh sukmo sehingga bisa berada di banyak tempat dalam waktu yang sama? Kebohongan itu makin lengkap ketika Minggu, saat ditelepon teman wartawan lain, dia mengaku sedang berada di Milan dan siap pergi ke Zurich lagi untuk mewakili PSSI. Saya tidak habis heran, bagaimana seorang pengurus teras organisasi olahraga besar bisa berbohong secara kontinu. Sayang, selama ini banyak di antara kita yang tidak sadar dengan kebohongannya.

Sewaktu saya masih duduk di bangku SD, guru saya mengajarkan pepatah yang selalu saya ingat: Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Pepatah itu saya coba gunakan untuk memahami hubungan antara FIFA dan PSSI. Saya yang sebelumnya tidak mengetahui apa-apa mencoba menggali dengan saksama masalah tersebut sampai akarnya. Ada kemiripan antara pengurus FIFA dan PSSI: Mereka lama berkuasa dan tidak mau turun-turun. Yang lebih pen-ting lagi, dalam urusan duit, FIFA ataupun PSSI dianggap tidak transparan. Di FIFA, nama wartawan Inggris Andrew Jennings masuk blacklist nomor 1. Alexander Koch, pejabat Bidang Humas FIFA, ketika saya tanya mengenai Jennings tidak bisa menyembunyikan kejengkelan.

"Saya larang dia masuk di lingkungan FIFA. Sebab, sebagai wartawan, dia sangat tidak objektif," kata Herr Koch gusar Bagi dia, apa saja yang ditulis Jennings hanya isapan jempol dan kebohongan belaka. Memang pantas Jennings bikin marah pengurus FIFA. Sebab, dia satu-satunya wartawan yang mampu mendokumentasikan berbagai masalah di FIFA. Dosa besar Jennings ialah dia menulis buku berjudul Foul! The Secret World of FIFA: Bribes Vote Rigging and Ticket Scandals. Buku itu mengupas habis skandal keuangan dan berbagai persoalan yang membelit FIFA. Dalam ulasan tentang karya Jennings tersebut, koran terkenal di Inggris The Daily Mail menulis, "Explosive….. An astonishing story of bribery and vote rigging." Sedangkan Presiden FIFA Sepp Blatter berkomentar kepada Jennings, "You write fiction." Buku Jennings itu di kalangan wartawan serta peminat dan pengamat bola di Inggris sangat berpengaruh.

Akibatnya, media di Inggris dicap anti-FIFA. Pun, hasilnya sangat jelas: Inggris gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, kalah oleh Rusia meski Pangeran Williams ikut turun untuk melobi. Banyak yang heran, kenapa Inggris sampai kalah oleh Rusia. Juga banyak yang mempertanyakan, kenapa Qatar bisa menjadi tuan rumah World Cup 2022. "Well, kami juga harus mempertimbangkan perkembangan bola di Eropa Timur. Tidak benar semua tuduhan koran Inggris mengenai adanya penyuapan atau permainan dalam penentuan," kata Koch. Memang tuduhan atau kritik yang ditulis Jennings tidak main-main.

Masalahnya, berbeda dengan tradisi CEO perusahaan atau lembaga penting di Eropa yang selalu mengumumkan gaji pimpinan dan dewan direksi, gaji dan penghasilan presiden FIFA dinyatakan sebagai rahasia. Hanya boleh diketahui komite keuangan organisasi. Tetapi, dari berbagai sumber, Jennings menuliskan bahwa gaji Blatter 4 juta franc Swiss (CHF) atau hampir Rp 38 miliar. Dalam kontrak juga disebutkan, jika Blatter di-PHK, FIFA harus memberikan kompensasi sebesar CHF 24 juta atau hampir Rp 226 miliar. Di luar gaji itu, Blatter masih memiliki sejumlah fasilitas dan pengeluaran yang dibayar FIFA.

Tumpangannya saja Mercy terbaik di Swiss. Biaya sewa apartemennya di Zilikon, dekat Zurich, CHF 8.000 per bulan. Jika pergi ke luar wilayah Swiss untuk urusan apa pun, dia dapat sangu sehari USD 500 plus uang makan, uang belanja, dan lain-lain. Bahkan, Jennings bisa menyebutkan, jas dan belanjaan Blatter di Coop (semacam supermarket Hero di Swiss) juga dibayari FIFA. Masih menurut Jennings, tiket pelesir pacar presiden FIFA yang sudah berusia lebih dari 75 tahun itu –tapi, ora nyebut (tidak menyebut) kata orang Jawa– juga dibayari FIFA. Blatter menjadi presiden FIFA sejak 1998. Tetapi, belasan tahun sebelumnya dia sudah menjadi Sekjen FIFA. Sama dengan pengurus PSSI yang tidak pernah berganti-ganti.

Bisa dikatakan, orangnya ya itu-itu saja. Sepertinya, tidak ada orang Indonesia lain yang bisa mengurus PSSI. Nurdin Halid berkuasa sejak 2003. Sedangkan Sekum PSSI Nugraha Besoes berada di posisinya sejak lama. Seingat saya, sejak saya masih bercelana pendek, dia sudah menjadi pengurus teras PSSI. Tentu masyarakat patut mempertanyakan, mengapa semua orang PSSI yang berkuasa sekarang enggan lengser. Memang ada adagium dari Lord Acton yang sangat terkenal bagi siapa pun yang mempelajari ilmu politik: Power tend to corrupt, absolute power corrupt absolutely.

Kekuasaan cenderung pada korupsi. Pada kekuasaan yang mutlak, korupsinya juga akan semakin besar. Tentu kita tidak mengharapkan korupsi di lingkungan PSSI. Namun, keengganan pengurus untuk diganti secara demokratis juga menimbulkan pertanyaan banyak pihak: Apa saja yang dinikmati para pengurus PSSI itu. Kenapa mereka tidak berebut menjadi pengurus yayasan yatim piatu atau mengurus yayasan penyandang anak cacat? Sebenarnya, kalau melihat dari record PSSI di bawah Nurdin yang makin memburuk, tidak usah didemo atau diributkan banyak pihak, mestinya dia dengan jiwa kesatria mengundurkan diri. Mungkin seperti yang dibilang nenek saya ketika saya masih kecil untuk menggambarkan situasi seseorang yang ngotot tanpa tahu diri: Ora nduwe isin, Le. Memang isin atau malu itu sekarang, tampaknya, menjadi komoditas yang mahal di antara kita.

Nama resmi FIFA adalah Federation Internationale de Football Association atau dalam bahasa Inggris ialah International Federation of Association Football.

Jadi, sesungguhnya nama FIFA lebih terkenal dalam bahasa Prancis, persis ketika didirikan pada 1907 di Paris. Kepanjangan FIFA tak pernah berubah, baik dalam bahasa Prancis maupun Inggris.

Karena itu, beberapa bulan lalu ketika ada kabar lewat PSSI, FIFA menegur dan mengancam Indonesia karena dilaksanakannya LPI (Liga Primer Indonesia) segera saja publik heboh dengan informasi surat itu palsu.

Saya tak melihat surat itu. Tapi, dari berbagai berita, misalnya dari analisis grammar bahasa Inggris dan yang lebih fatal lagi kepanjangan FIFA adalah Federation International Football Association, itu menunjukkan pembuat surat keterlaluan ngawur-nya. Pertama, tak mengerti kepanjangan yang betul FIFA.

Kedua, bahasa Inggrisnya pas-pasan dan malah mungkin tak pernah ke kantor FIFA di Zurich, Swiss. Siapapun yang pernah ke kantor FIFA yang megah di kawasan Sonenberg, Zurich, rasanya tak mungkin menulis kepanjangan FIFA sampai salah.

Saya tak tahu jika pengurus PSSI yang wira-wiri ke sana sampai tak pernah memperhatikan kepanjangan FIFA yang benar itu. Rasanya, tak mungkin Sekjen FIFA Jerome Valcker yang asli Prancis dan Thierry Regennas, pejabat FIFA urusan asosiasi dan perkembangan yang asli Swiss, salah menulis kepanjangan FIFA.

Dilahirkan di Paris pada 1907, wajar jika suasana Prancis masih terasa kental di organisasi itu. Jika para petinggi FIFA dan para tamunya bersantap siang atau malam, mereka biasanya ke restoran FIFA Club Sonenberg di Hitzigweg 15, CH-8032 Zurich, yang salah satu menu andalannya adalah menu Prancis.

Bahasa Prancis masih dominan dan mereka kadang-kadang mengira tamunya, khususnya dari Indonesia, seperti saya, tak mengerti bahasa Prancis. Sikap sok Prancis para petinggi FIFA itulah yang saya alami ketika memperbincangkan nasib Nurdin Halid dengan Presiden FIFA Sepp Blatter.

Tiba-tiba ada oknum yang menginterupsi dalam bahasa Prancis. Dia baru agak mundur ketika sadar rombongan kami juga mengerti bahasa Prancis. Dari interupsinya itu, saya mengerti Blatter diminta tak banyak berbicara soal Nurdin.

Situasi itu sangat merisaukan saya. Itu berarti lobi penguasa PSSI sangat intensif di lingkungan FIFA, sementara para pengkritik pengurus PSSI sama sekali tak punya akses ke FIFA.

Pantas, selama ini kalau mereka ke kantor FIFA di Zurich sekalipun tak pernah kontak ke KBRI. Tampaknya, ada sesuatu yang dijaga secara khusus oleh pihak PSSI sehingga jalur komunikasi dengan pejabat FIFA itu hanya eksklusif untuk mereka.

Bukan hanya itu, mereka juga ingin memonopoli tafsir informasi yang keluar dari FIFA.

Dengan kata lain, kalau ada instruksi atau informasi FIFA yang menguntungkan mereka, itu akan digunakan dan disebarkan seluas-luasnya. Tapi jika tak mengenakkan, mereka akan membungkus dan menyimpan serapat-rapatnya.

Salah satu yang paling nyata adalah soal surat FIFA pada Juni 2007, yang di website resmi FIFA saja hingga sekarang bisa dibaca. Di sana disebutkan, FIFA sudah mengirim surat ke PSSI agar mengadakan kongres ulang dan memperbaiki statuta PSSI.

Meski sudah jelas-jelas ada dan juga diakui para petinggi FIFA, ketika saya berkunjung ke sana, para pengurus PSSI mati-matian membantah.

Hanya, kemudian mereka mengakui ada perintah KLB (kongres luar biasa) di Ancol pada 2009 yang melanggengkan kekuasaan Nurdin dan mempertahankan status quo.

Dari cerita sejumlah teman yang sampai ke saya, ternyata KLB di Ancol saat itu penuh rekayasa. Salah satu di antaranya, pejabat FIFA yang ditugaskan jadi pengawas ibaratnya memberi cek kosong ke pengurus PSSI.

Teman-teman wartawan yang coba mewawancarai perwakilan FIFA dihalang-halangi dan pejabat FIFA itu sendiri menolak bicara. Dia seperti sudah dikondisikan membenarkan apa saja yang diputuskan PSSI.

Dalam konteks ini, kongres PSSI yang akan diadakan April nanti jadi tak berarti dan bisa kisruh manakala pengawas dari FIFA dan AFC bukan pejabat netral. Kekhawatiran itu bukan tak mengada-ada karena masih ada usaha-usaha mengegolkan Nurdin dengan berbagai cara.

Hingga kini, pengurus PSSI masih bersikukuh kongres akan dilaksanakan sesuai aturan main PSSI yang katanya sudah disetujui FIFA. Masalahnya, selama ini FIFA sangat sensitif dengan apa saja koreksi yang dilakukan pemerintah.

Jika seorang menteri atau saya selaku Dubes mengingatkan FIFA terjadi KKN di lingkungan PSSI, mereka akan memperingatkan kita bertahan. ''Di lingkungan sepakbola yang di bawah naungan FIFA, haram campur tangan pemerintah,'' kata Alexander Koch, pejabat Humas FIFA, ketika saya bertandang ke markasnya.

Sekalipun kini PSSI masih memakai nama ''I (Indonesia)'' dan menerima dana negara melalui APBN dan di klub-klub di daerah masih menerima anggaran lewat APBD, sikap FIFA keras terhadap apa yang dianggapnya campur tangan pemerintah.

Jadi, jika Menpora Andi Mallarangeng mengancam akan ''menyemprit'' PSSI seandainya melenceng dari statuta dan kode etik FIFA, itu tetap akan dianggap sebagai bentuk campur tangan pemerintah.

Pengurus PSSI akan melapor ke Zurich, mereka dizalimi pemerintah dan juga media massa. Ketika salah seorang petinggi FIFA saya konfrontasi dengan fakta PSSI pernah dipimpin dari balik jeruji penjara selama beberapa tahun, dia mengelak.

''Semuanya sudah diselesaikan dalam kongres pada 2009 di Jakarta,'' kata pejabat yang saya dengar juga akan hadir lagi di kongres PSSI bulan depan.

Memang, bagi yang belum pernah ke markas FIFA di Zurich, Anda akan mengalami pengalaman yang menyenangkan. Begitu masuk ke hall utama, Anda akan disambut sejumlah pegawai yang ramah dan menyenangkan.

Ruangannya sangat luas dan tertata rapi. Arsitekturnya begitu indah dan didesain menerima cahaya yang memadai. Meski mus-im dingin, ruangan FIFA terasa hangat.

Bahkan, karena pengunjung berasal dari banyak negara, di salah satu sudutnya ada meditation room yang pada praktiknya banyak digunakan untuk salat. Saya lihat ada beberapa sajadah di sana yang terlipat rapi.

Saya kira, pengurus PSSI kalau ke FIFA lebih sibuk bertemu dengan Jerome Valcke, Sekretaris Jenderal FIFA, dan Thierry Regennas, Direktur Asosiasi Sepak Bola dan Perkembangan.

Selama ini tak banyak yang mempertanyakan apa saja yang disampaikan FIFA ke PSSI. Dengan dana organisasi, mereka bisa memonopoli informasi sesuai seleranya. Bahkan, saking pede-nya, kadang pengurus PSSI tak memperhatikan informasi itu tak selaras dan menunjukkan inkonsistensi FIFA.

Misalnya, mengenai surat FIFA 6 Maret 2009 yang mengakui kepengurusan Nurdin (bahkan sebelum KLB di Hotel Mercure, Ancol). Yang jadi masalah, surat itu bertanggal 6 Maret 2009 sehingga sesungguhnya FIFA sudah mengakui sebelum kongres dilaksanakan 19-20 April 2009.

Atas fakta itu, sesungguhnya para petinggi FIFA agak malu ketika saya kejar dengan pertanyaan mengapa mereka tak konsisten? Ini sangat memalukan bagi orang Swiss yang terkenal efisien dan berpegang teguh pada hukum maupun etika.

Sunday, 20 March 2011

Ahmadinejad: Harapan Dunia Pada Iran & India


Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran dan India adalah dua negara bebas dan mereka akan memainkan peranan penting dalam membentuk masa depan perkembangan internasional. Presiden Ahmadinejad membuat komentar itu dalam pertemuan dengan Konsultan Dewan Keamanan Nasional India, dan menambahkan bahwa "hubungan antara Iran dan India yang bersejarah akan berkelanjutan." Presiden mengatakan Iran dan India yang akan diuntungkan dari sudut pandang kemanusiaan terhadap hubungan internasional, harus berupaya membentuk sistem dunia masa depan dengan cara yang adil dan bersahabat.
Ahmadinejad menunjukkan bahwa tatanan dunia yang berkuasa akan segera berakhir dan berada di ambang kehancuran. Dia mengulangi bahwa "dalam kondisi saat ini sangat penting bagaimana tatanan dunia masa depan akan mengambil bentuk dan pemeliharaan harus diambil bahwa mereka yang telah mengenakan tatanan dunia yang menindas terhadap umat manusia tidak akan berhasil menerapkan itu dalam bingkai baru." Presiden merujuk peran penting Iran dan India akan mainkan dalam perkembangan masa depan dunia dengan dalih bahwa "kedua bangsa dan budaya kami adalah asal-usul apa yang diperlukan oleh dunia saat ini." Sementara itu Presiden Ahmadinejad menekankan bahwa seluruh potensi kedua negara harus dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan peringkat kerjasama bilateral dan internasional.

Sunday, 6 March 2011

Anggota DPRD Purworejo & Kasus Video Porno

Video porno anggota DPRD Purworejo dibocorkan lawan politiknya. Keluarga anggota DPRD Purworejo dari PAN, Iwan Fajarudin, meyakini video porno Iwan bersama istri disebarkan oleh lawan politiknya. Diduga sedang terjadi pembuhunan karakter menuju perebutan posisi puncak kepengurusan DPD PAN Purworejo.

"Keluarga meyakini bahwa Iwan adik saya jadi korban kecurangan musuh politik. Apalagi menjelang pemilihan ketua DPD PAN Purworejo sehingga kuat dugaan kami ini ulah rekan politik yang ada di DPD PAN Purworejo juga," ungkap Atik, kakak ipar Iwan, saat ditemui detikcom di rumah orang tua Iwan di Jl WR Supratman, Purworejo, Jawa Tengah, Jumat(4/3/2011) malam.

Atik menuturkan keluarga sangat terkejut saat mendengar berita tentang kelalaian adiknya. Video porno tersebut tersebar karena Iwan menjual laptop tanpa membersihkan file pribadinya.

"Iwan menceritakan kepada suami saya, adik saya dan ayah mertua saya. Kalau itu kelalaian dia sendiri. Laptopnya dijual dan tidak dibersihkan dulu dari file-filenya sendiri," keluh Atik.

Pantauan detikcom di rumah ayah Iwan (Daromi Irdjas) tampak sebuah mobil Daihatsu Xenia yang digunakan Iwan untuk pergi bersama istrinya Mettadiani Hesty ke Semarang bertemu dengan pengurus DPW PAN Jateng. Guna melakukan klarifikasi dan menjelaskan duduk perkara soal penyebaran video seronoknya bersama istri.

"Saya tidak tahu persis. Dia pergi untuk apa ke Semarang dan Yogyakarta yang pasti sudah empat hari ini tidak dirumah," jelas Atik.

Saturday, 5 March 2011

10 Negara Yang Pernah Mengeluarkan Uang Dengan Nominal Tertinggi

http://hermawayne.blogspot.com
Bisakah anda bayangkan, berapa angka nol yang dimiliki oleh mata uang dengan denominasi (angka tertera) paling tinggi di dunia? Anda bisa mengetahui lewat artikel saya mengenai 10 sepuluh negara di dunia dengan mata uang ber angka tertinggi sepanjang sejarah uang di dunia. Nilai angkanya sangat fantastis, mata uang terendah dari 10 negara ini saja masih memiliki 8 delapan angka nol di uang kertasnya. Hal ini bisa terjadi karena negara-negara tersebut mengalami krisis ekonomi superhebat alias hiper inflasi. Nilai angkanya yang begitu begitu besar membuat mata uang mata uang berikut ini akhirnya menjadi koleksi yang berharga bagi kolektor mata uang seluruh dunia, silahkan di baca....

10. Bosnia
Seratus Juta Dinara
Bosnia Herzegovina mengumumkan kemerdekaannya dari Yugoslavia di bulan Maret 1992, dan mengeluarkan mata uang perdananya berupa Dinara yang berbeda dari Dinara Yugoslavia di bulan July 1992. Mata uang ber anngka tertingginya adalah 100,000,000 Dinara.

9. China
Enam Milyar Yuan
Republik Rakyat China mengalami masa inflasi terparah pada tahun 1948-49. Memaksa bank sentral dari sebuah wilayah regionalnya yaitu provinsi Xinjiang mengeluarkan mata uang ber angka 6,000,000,000 Yuan pada tahun 1949.

8. Danzig
Sepuluh Milyar Mark
Danzig adalah pelabuhan semi otonom wilayah baltik dan merupakan sebuah kota pelabuhan yang dibentuk pada tanggal 10 Januari 1920, kemudian bergabung dengan Polandia sampai sekarang. Pada masa inflasi terburuknya di tahun 1923, Danzig mengeluarkan mata uang ber angka tertera : 10,000,000,000 Mark.

7. Krajina
Lima Puluh Milyar Dinara
Negara ini bergabung menjadi bagian Kroasia pada tahun 1998. Inflasi terburuk yang pernah terjadi membuatnya mengeluarkan uang berangka 50,000,000,000 Dinara pada tahun 1993. Republika Srpska, sebuah negara baru di sebelah Bosnia Herzegovina, juga mengeluarkan mata uang berangka dan bergambar serupa dengan Dinara Krajina.

6. Jepang
Tujuh Puluh Lima Milyar Yen
Jepang mengeluarkan mata uang ber angka tertingginya sesaat setelah Perang Dunia II berakhir, yaitu sebesar 75,000,000,000 Yen.

5. Yugoslavia
Lima Ratus Milyar Dinara
Negara Yugoslavia sekarang hanya tinggal sejarah, namun hiper inflasi yang terjadi mulai tahun 1989 sampai 1994 membuatnya mengeluarkan mata uang tertingginya pada tahun 1993, yaitu sebesar 500,000,000,000 Dinara.

4. Zimbabwe
Seratus Triliyun Dollar Zimbabawe
Sudah banyak yang membahas tentang mata uang Zimbabwe ini, karena ini adalah mata uang tertinggi yang paling baru beredar, di bulan Januari 2009. Angka tertera : 100,000,000,000,000 ZWD.

3. Yunani
Seratus Triliyun Drachmai
Yunani mengalami inflasi paling parah pada tahun 1944. Memaksa negara tersebut mengeluarkan mata uang tertinggi dalam sejarahnya pada tahun 1944, yaitu sebesar : 100,000,000,000,000 drachmai.

2. Jerman
Seratus Triliyun Mark
Inflasi yang sangat buruk di Jerman pada 1923, membuat negara ini mengeluarkan mata uang ber angka/denominasi : 100,000,000,000,000 Mark. Mata uang ini menjadikan Jerman sebagai satu dari negara-negara di dunia yang pernah mengeluarkan uang sebesar satu trilyun, bersama dengan Yunani dan Zimbabwe.

1. Hungaria
Satu Milyar Triliyun Pengo

Inflasi terburuk yang pernah terjadi di dunia dari tahun 1945 sampai 1946 membuat Hungaria mengeluarkan mata uang ber angka tertinggi di dunia. Dikeluarkan pada pertengahan tahun 1946 dengan nilai tertera di uang kertasnya : 100.000.000.000.000.000.000 Pengo (seratus quintillion pengo). Bahkan lebih dari itu! mata uang pengo serupa yang tidak jadi diedarkan tetapi sudah dicetak, memiliki angka tertera : 1000,000,000,000,000,000,000 atau Satu Sextillion Pengo, bisa juga disebut Satu Milliard Billion Pengo!


Thursday, 3 March 2011

10 Kontroversi Publik Mengenai ASI di Dunia

Pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga minimal 6 bulan terus digalakkan, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Namun ada beberapa kontroversi yang cukup menghebohkan yang terjadi terkait pemberian ASI pada bayi.

Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik buat bayi, tapi sayangnya jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif semakin menurun. Bahkan, setidaknya ada 10 kontroversi ASI yang paling heboh di dunia.


Berikut 10 kontroversi ASI yang cukup menghebohkan di dunia, seperti dilansir Time:


1. Wanita yang menyusui dikeluarkan dari pesawat
Perselisihan hukum mengenai menyusui di tempat publik ini berlangsung sejak tahun 2006 ketika seorang ibu yang menyusui bernama Emily Gillette mengatakan bahwa pramugari pesawat Delta Connection menyuruhnya turun dari pesawat ketika ia menolak untuk menutup bagian dada saat menyusui putrinya yang berusia 22 bulan.


Gillette mengajukan pengaduan ke Vermont Human Rights Commission (Komisi HAM Vermont) dan mengklaim bahwa ia duduk diam di dekat jendela dengan suami ada disebelahnya saat menyusui dalam pesawat tersebut.


2. Facebook menghapus foto profil seorang ibu yang sedang menyusui
Pada tahun 2009, seorang wanita merasa jengkel karena menyadari bahwa foto-fotonya saat menyusui dihapus dari album foto akun Facebook miliknya, meskipun foto tersebut hanya untuk ditunjukkan pada teman dan keluarganya.


Facebook beralasan bahwa foto dengan menunjukkan puting payudara adalah melanggar kebijakan mereka karena dianggap cabul atau pornografi, sehingga foto-foto tersebut harus dihapus tanpa persetujuan pemilik akun tersebut.


Hal itu cukup menuai kontroversi, terutama di kalangan ibu-ibu yang menyusui bayinya. Sampai-sampai untuk menyatakan protesnya, beberapa ibu mulai membuat grup Facebook baru dengan diberi nama 'Hey Facebook, Breastfeeding Is Not Obscene (Hei Facebook, Menyusui Bukan Tidak Senonoh)'. Grup tersebut kini telah memiliki lebih dari 250.000 anggota dan melampirkan hampir 7.000 foto ibu tengah menyusui bayinya.


3. Menyusui anak usia sekolah
Ada banyak perdebatan tentang berapa usia anak untuk berhenti menyusu ASI, namun kebanyakan orang Amerika setuju bahwa pada saat seorang anak masuk taman kanak-kanak, maka sudah saatnya berhenti menyusu.


Tapi tidak dengan Amanda Hurst. Ibu berusia 29 tahun ini menjadi pembicaraan utama di tahun 2010 karena membuat keputusan tetap menyusui dua anaknya bersamaan yang berusia 6 tahun dan 5 bulan. Tak hanya Hurst, pada tahun 2006, British documentary, Extraordinary Breastfeeding mencatat seorang ibu yang menyusui hingga usia 8 tahun.

4. Boneka bayi menyusui
Meskipun mainan ini tidak pernah dibuat di Amerika Serikat, tapi acara American Morning Shows dan kelompok ibu di seluruh negara itu beramai-ramai di musim panas lalu untuk meniru boneka menyusui asal Spanyol tersebut.


Tapi sayangnya, boneka bayi yang bernama 'Bebe Gloton' (bayi pelahap) dilengkapi dengan rompi kecil sehingga membuat suara-suara menyusui dan gerakan mulut ketika menelan menjadi aneh terhalang rompi. Boneka ini banyak mendapat pujian dari pendukung ASI, tetapi kepantasannya sebagai mainan menjadi topik panas di acara Today NBC, karena pembawa acaranya mengatakan boneka tersebut merupakan sesuatu yang menyeramkan.


5. Pakaian bayi bertuliskan 'Formula Powered'
Kaos simple Old Navy untuk bayi yang bertuliskan 'Formula Powered' seharga 5 dolar ini dipasarkan sejak tahun 2009. Tapi kaos ini mendapat banyak kritik karena dianggap perusahaan tersebut lebih mendukung pemberian susu formula ketimbang ASI pada bayi.


"Itu tidak dimaksudkan untuk menjadi anti-ASI," kata Louise Callagy, juru bicara dari Gap Inc, perusahaan induk Old Navy, yang juga menunjukkan bahwa Old Navy juga memproduksi bra menyusui dan atasan.


6. Salma Hayek menyusui bayi keturunan Afrika
Aktris Salma Hayek membuka jenis perdebatan baru mengenai menyusui pada 2009 ketika video ia tengah menyusui bayi laki-laki lapar di Sierra Leone muncul di YouTube.


Hayek mengatakan kepada ABC Nightline bahwa ia menyusui bayi yang baru lahir dalam upaya untuk mempromosikan menyusui di wilayah yang memiliki salah satu angka kematian bayi tertinggi di dunia, terutama karena kekurangan gizi.


Dan sementara penularan HIV melalui pemberian ASI menjadi kekhawatiran ibu-ibu di seluruh Afrika. Pedoman kesehatan internasional juga menganjurkan ibu HIV-positif untuk menghindari menyusui. Tapi di Sierra Leone, kelaparan adalah ancaman langsung.


Hayek mendapat pujian untuk misi tersebut dan videonya mendorong gelombang diskusi mengenai apakah negara-negara Barat harus menyumbangkan ASI ke negara-negara yang membutuhkan, dan bukan dengan memberikan susu formula bayi.

7. Gambar ibu menyusui di sampul depan majalah Redbook
Pada tahun 1997, majalah Redbook mengeluarkan resolusioner yang menampilkan aktor Pierce Brosnan yang menatap payudara kekasihnya Keely Shaye Smith yang tengah menyusui anak mereka sebagai gambar di sampul depan majalah.


Gambar tersebut sebenarnya tidak terlalu mengekspos payudara Smith, tetapi beberapa pelanggan mengeluh dengan gambar sampul depan tersebut karena dianggap bersifat cabul.

8. Foto topless Julie Bowen yang tengah menyusui anak kembarnya
Bintang ABC smash Julie Bowen membuat kontroversi pada bulan Mei tahun lalu karena merilis foto dirinya yang topless dan menyusui anak kembarnya dengan foto yang diberi nama 'football hold', yaitu posisi menyusui yang memungkin ibu menyusui bayi kembar secara bersamaan.


9. Patung Angelina Jolie tengah menyusui
Patung telanjang Angelina Jolie di Oklahama AS, yang tengah menyusui anak kembarnya cukup menulai kontroversi. Pada tahun 2009, pematung Daniel Edwards menggambarkan patung Jolie duduk sambil memberi makan bayi kembar secara bersamaan untuk pekerjaan yang tampak aneh berjudul 'Landmark for Breastfeeding'.

10. Konflik Sarah Palin dan Michelle Obama
Michelle Obama mungkin tidak pernah mengharapkan bahwa kampanye ASI-nya menuai konflik. Kampanye mendapat sindiran dari mantan cawapres yang menjadi lawan suaminya Obama yakni Sarah Palin.


Sarah Palin mengatakan, "Tidak heran Michelle Obama mengatakan kepada semua orang lebih baik menyusui bayi, ya karena harga susu yang begitu tinggi sekarang".


Niat baik Michelle juga dituding memberikan tekanan yang terlalu besar pada ibu-ibu untuk menyusui. Palin dan politikus Tea Party Michele Bachmann kemudian mendesak Obama untuk membuat aturan pengurangan pajak untuk peralatan pompa untuk memerah ASI.

Sunday, 27 February 2011

Video "Bung Tomo" Teriakkan Turunkan Nurdin

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTeDMnETLjqmzJFPrtJYiQw-9VjUYQRHA9jrskEGLhiECshd6mXOa3QA7G4J9cg9oDkJsP1dudziP7rBoZXFbqIKXPO0O9ibaCkahlukvcTZ2foFuRwsMAdCOwStSZ8UwtXF2UCqkOQYo/s320/bung_tomo170.jpg
Gerakan suporter sepakbola Indonesia yang ingin menggulingkan Nurdin Halid dari tampuk kekuasaan PSSI belum ada tanda-tanda surut. Aksi terbaru, suporter mendompleng video yang menggambarkan pahlawan revolusi Bung Tomo untuk menyuarakan revolusi di PSSI.


"Merdeka! Saudara-saudara pecinta sepakbola di seluruh Indonesia," demikian kalimat pembuka dari video yang diunggah di YouTube tersebut, dengan gaya bak orator kemerdekaan.

Inti dari video tersebut bisa ditebak, yaitu menyayangkan lolosnya Nurdin jadi bakal calon ketua umum PSSI serta menginginkannya untuk tak lagi memimpin PSSI.

Pengusaha asal Makasar tersebut dianggap telah gagal selama ini dalam menakhodai induk olahraga sepakbola nasional, serta memiliki rekam jejak buruk lantaran pernah mendekam di bui.

Suara yang dilontarkan memang sama dengan kebanyakan suporter yang telah berdemo selama ini. Namun cara yang disampaikan dari video ini terbilang unik. Sebab, menggunakan Bung Tomo layaknya orator yang menginginkan Nurdin turun.

Tampilan video ini pun coba mengikuti zamannya Bung Tomo yang jadoel. Yakni disampaikan dengan balutan warna hitam putih seperti video-video yang diproduksi di jaman penjajahan.

Padahal jika disimak, video bertajuk 'Pesan Bung Tomo untuk Suporter Indonesia' itu mengambil cuplikan gambar peristiwa-peristiwa masa kini, termasuk video mengenai semaraknya para suporter Indonesia serta potongan pertandingan kala Indonesia menghadapi Malaysia pada Piala AFF beberapa waktu lalu.

Akhir kata, para suporter diminta bersatu untuk melakukan revolusi dalam tubuh PSSI. "Jangan cuma bisa teriak dalam pertandingan," pungkas video tersebut.

Saturday, 19 February 2011

Hasil Pengumuman Pejabat PSSI 2011-2015



Hari ini, Sabtu (19/2/2011), PSSI secara resmi akan mengumumkan nama-nama yang bakal bertarung di Kongres PSSI, 26 Maret mendatang. Mulai dari pertarungan untuk posisi Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif (Exco). Yang paling bergengsi tentu saja perebutan kursi Ketua Umum.


Kejutan terjadi pada pengumuman daftar calon ketua umum PSSI periode 2011-2015. Hasil tim verifikasi hanya meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie, sedangkan George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak.

Demikian keputusan tersebut dibacakan Ketua Komite Pemilihan , Syarif Bastaman, di kantor PSSI di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (19/2/2011) pukul 17.40 WIB.

Dalam penjelasannya Syarif tidak menyebutkan nama bakal calon yang tidak lolos, tapi ia menyebutkan dua yang lolos, yaitu Nirwan dan Nurdin. Saat penutupan pendaftaran, George dan Arifin jelas-jelas disebutkan sebagai dua bakal calon yang lain.

"Alasan untuk calon-calon yang tidak diterima ada dalam SK (Surat Keputusan) yang akan mereka terima, dan akan dibagikan ke masing-masing pribadi. Ini bersifat rahasia," ujar Syarif.


Berikut ini daftar nama calon pengurus PSSI periode 2011-2015 yang dinyatakan lolos verifikasi.
Calon Ketua Umum :
Nirwan Dermawan Bakrie
Nurdin Halid

Calon Wakil Ketua Umum :
Nirwan Dermawan Bakrie
Nurdin Halid
Bob Hippy
Ibnu Munzir

Calon Anggota Komite Eksekutif :
Achsanul Qosasi
IGK Manila
Hinca IP Pandjaitan
Sumaryoto Padmodiningrat
Iwan Budianto
M. Zein
Dodi Reza Alex Noerdin
Tri Gustoro
Nugraha Besoes
Ashar Suryobroto
Ferry Paulus
Harbiansyah Hanafiah
Subardi
Syahrial Damopolii
Ibnu Munzir
Andi Darussalam Tabusalla
Toto Sudibyo
Bernard Limbong
Togar Manahan Nero
Zainuddin Hamid
Adham Dambea
Djohar Arifin Husen
Surya Darma Tahir
Haruna Soemitro

Nirwan Bakrie & Nurdin Halid Lulus Verifikasi
INILAH.COM, Jakarta – Nirwan Dermawan Bakrie dan Nurdin Halid lulus verifikasi sebagai calon ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) 2011-2015. Dua bakal calon lainnya, George Toisutta dan Arifin Panigoro gugur.

Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman mengungkapkan hasil verifikasi tim yang dipimpinnya itu, Sabtu (19/2/2011) sore.

"Keputusan ini tidak mengikat. Tiga hari sejak tgl 19 Februari ini, pihak-pihak yang tidak puas bisa mengajukan banding, termasuk mulai sore hari ini, kepada Komite Banding Pemilihan," ujar Syarif.

Dia mengatakan setiap bakal calon akan segera mendapatkan surat keterangan tentang lulus tidaknya yang bersangkut dari verifikasi bakal calon ketua umum PSSI 2011-2015. Dalam surat itu, dijalaskan pula dasar pertimbangan keputusan Komite Pemilihan mengenai hasil verifikasi mereka atas berkas pencalonan para bakal calon tersebut.

Sementara itu, bakal calon wakil ketua umum yang lulus verifikasi Komite Pemilihan ialah Bob Hippy dan Ibnu Munzir. Sebelumnya, ada enam bakal calon yang diajukan untuk kursi wakil ketua umum. Selain Bob Hippy dan Ibnu Munzir (keduanya didukung satu suara), terdapat Nurdin Halid (didukung 1 suara), Nirwan D Bakrie (80 suara), Arifin Panigoro (7 suara), dan Sukawi Sutarip.

Dengan demikian, Arifin Panigoro tidak lulus verifikasi sebagai calon ketua umum maupun wakil ketua umum.

Setelah melalui Komite Banding, para bakal calon yang lulus verifikasi itu akan ditetapkan sebagai calon ketua umum dan wakil ketua umum PSSI 2011-2015 yang selanjutkan akan dipilih dan ditetapkan pada Kongres Luar Biasa di Tanah Lot, Bali, 26 Maret mendatang.

Kongres Luar Biasa juga akan menjadi ajang untuk memilih dan menetapkan sembilan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2011-2015. Sebelumnya, ada 29 bakal calon yang diajukan untuk mengisi posisi anggota Exco.

Arifin-Toisutta Tak Lolos Verifikasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah melakukan verifikasi selama kurang lebih dua pekan, Komite Pemilihan akhirnya mengumumkan calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI untuk periode 2011-2015.

Dari keputusan tersebut, nama Arifin Panigoro dan Goerge Toisutta tidak lolos verifikasi sebagai calon Ketua Umum PSSI. Pada bursa, muncu nama beberapa bakal calon Ketum yakni Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan Goerge Toisutta. Tetapi setelah melakukan verifikasi, Komite Pemilihan akhirnya hanya meloloskan Nurdin dan Nirwan sebagai calon Ketum PSSI.

"Calon Ketua Umum adalah Nirwan Bakrie dan Nurdin," jelas Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman dalam jumpa pers di Kantor PSSI, Sabtu (19/2/2011).

Sementara dari enam bakal calon Wakil Ketum, hanya empat yang lolos menjadi calon. Mereka adalah Nirwan, Nurdin Halif, Bob Hippy, Ibnu Munzir. Nama Arifin dan Sukawi Sutarif tidak lolos menjadi calon Wakil Ketua Umum.

"Alasan mereka tidak lolos dituangkan dalam Surat Keputusan yang diserahkan kepada masing-masing individu. Untuk calon yang tidak lolos berhak mengajukan kebertan ke Komite Banding dalam jangka waktu tiga hari tertentu sejak diumumkan tanggal 19 Februari," ungkap Syarif.

Tapi yang hanya lolos verifikasi cuman NURDIN HALID sama NIRWAN BAKRIE.
Apakah Tim Verifikasi itu transparan dengan hasil itu?
Laporan dikutip dari: Sumber 1 Sumber 2 Sumber 3

Friday, 4 February 2011

Alfred Riedl Kecewa Akan Sifat Nurdin Halid



Striker Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas angkat bicara soal isu dugaan Laga Malaysia vs Indonesia dijual pengurus PSSI kepada bandar judi kelas kakap.


Berbahasa tutur, Bepe melakukan bantahan atas beberapa kabar yang ada. Ia secara tersirat, mencoba menerangkan jika Nurdin Halid justru tak pernah datang ke ruang ganti pemain saat Indonesia ditekuk 3-0 oleh tuan rumah Malaysia di Final Leg pertama Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Malaysia.

Lewat situs pribadi bambangpamungkas20.com, Bepe menerangkan apa yang terjadi di ruang ganti pemain usai laga yang menurunkan mental Indonesia tersebut.

Berikut kutipan curhat Bepe di situs pribadinya tersebut :

Mengenai pertandingan itu sendiri mungkin tidak perlu saya ceritakan di sini, karena dapat anda sekalian baca selengkapnya dalam artikel (Indonesia Masih Bisa : 2010). Mungkin saya hanya akan sedikit menambahkan, sebuah peristiwa yg terjadi setelah pertandingan berlangsung, tepatnya di ruang ganti pemain..

Saat Alfred kembali dari konferensi pers setelah pertandingan, Alfred sempat bertanya kepada saya. "Bambang apakah ketua umum tadi masuk keruangan ini??" sayapun menjawab

"Tidak coach", Alfred pun kembali berkata "Saya sangat kecewa, mengapa Ketua Umum datang ke ruang ganti hanya saat tim ini menang, dan saat kita kalah dia tidak datang kemari", kata-kata Alfred tersebut saya yakin di dengar oleh semua orang yg ada di dalam ruangan tersebut.

Ketika itu, suasana ruang ganti memang sangat muram, semua orang nampak sangat menyesal dengan apa yg terjadi di lapangan tadi. Sesaat sebelum menutup doa, saya sempat menawarkan kepada Pak Andi Darussallam dan Pak Iwan Budianto, jika ingin menyampaikan beberapa patah kata sebelum saya menutup dengan doa. Akan tetapi pak Andi dan Pak Iwan hanya berkata, "Tutup saja, nanti kita ketemu lagi di hotel". Terlihat jelas jika Pak Andi dan Pak Iwan sangat terpukul dengan kekalahan telak malam itu.

Tim ini tengah dalam keadaan yg sangat tertekan dan retak. Maka sudah seharusnya jika diberikan motivasi, agar tim ini kembali mempunyai asa serta semangat untuk berjuang pada pertandingan leg kedua nanti. Dan karena Pak andi dan Pak Iwan memilih untuk berbicara di hotel, maka sayapun berinisiatif untuk berbicara di depan semua pemain, pelatih serta pengurus yg ada di dalam ruangan tersebut. Sebagai pemimpin dari tim ini, saya berkewajiban secara moral untuk memotivasi diri saya sendiri dan juga rekan-rekan saya. Dan inilah yg saya katakan ketika itu

"REKAN-REKAN KEKALAHAN INI HARUS BERHENTI DI RUANGAN INI. KITA TIDAK MEMERLUKAN PEMBAHASAN YG PANJANG MENGENAI APA YG TERJADI MALAM INI, TIDAK ADA SALING MENYALAHKAN TENTANG APA YG TERJADI DILAPANGAN TADI. KITA MENANG BERSAMA-SAMA DAN SUDAH SEHARUSNYA KITA JUGA KALAH BERSAMA-SAMA".

reank OL